Sabtu, 08 Februari 2014

Entah


Aku masih mematung disini, entah harus berjalan maju atau mundur, entah ke kanan atau kiri. Gamang dan kamu membuatnya lebih jelas sekarang. Membuatku untuk terus maja tanpa melihat kebelakang. Maumu itu, berbeda dengan mauku. Aku terlalubodoh untuk selalu berpikir tentang kamu, akan kuakhiri sekang..

Saat ku katakan aku bisa, AKU PASTI BISA.. Mungkin takj semudah saat aku menyukaimu. Mungkin harus kubatasi semua hal tentangmu, aku tak tahu cara paling efektif untuk melupakanmu. Tapi akan kucoba, aku tidak sedang berada di pusaran air yang akan selalu kembali pada sudut yang sama. Aku berada di simpangan jalan yang panjang yang aku tak tahu dimana akhirnya. 

Setiap orang punya cara yang berbeda untuk melupakan orang yang masih disayangi, akupun begitu. Ini caraku, aku tak tahu ini baik atau tidak. Tapi aku butuh waktu untuk tak lagi mengingatmu, kelak saat aku siap dengan hati dan pikiran yang baru, aku janji. Aku tak akan membatasi diriku lagi. Ini bukan berarti aku marah atau memutuskan tali silaturahmi, TIDAK, SUNGGUH! Aku hanya butuh waktu untuk melupakanmu itu saja. Kamu mungkin mudah melupakanku, tapi aku tidak sepertimu yang begitu mudah. 

Entah berharap untuk kamu mengerti atau berharap benar-benar melupakanmu..Entah,

Jumat, 28 Juni 2013

A Thousand Birds...


aku gmw kalah sama jarak atau keadaan,

Ini cuma sebagian kerikil dari gunung batu yang mungkin bakal kita hadapin kedepannya, kalo kita kalah sekarang kita ga akan pernah naklukin gunung batu itu, kita cuma bisa jadi pemimpi..masalah itu pasti ada tergantung sama gimana cara kita ngehadepinnya..selama ini bukankah kita bisa hadapin semuanya bareng, bukankah saat tujuan kita sama akan jauh lebih indah kalo kita berjuang bersama?

aku gmw kalah sama jarak atau keadaan,

Ini mungkin kesalahan, tapi ga pernah ada satu harimaupun yang ga pernah jatuh atau ga pernah ngelakuin kesalahan, justru karena dia pernah jatuh dan pernah salah dia berusaha bangkit dan berubah. Bahkan keledai sekalipun ga pernah jatuh kelubang yang sama dua kali, itu karena keledai pun selalu bangkit dan bergerak maju..Jadi dia ga akan jatuh dilubang yang sama..

aku gmw kalah sama jarak atau keadaan,

Ini mungkin sulit, buat aku, sama kayak sulitnya nyari satu kunci kecil di luasnya samudera atau nyari sebuah jarum di tumpukan jerami. Tapi bukan ga bisa dicari kan? Sama kayak bahagia, sulit untuk dicari tapi bukan ga ada..Persepsi, saat persepsi kita bilang kita bahagia kenapa kita harus berhenti mencari?

aku gmw kalah sama jarak atau keadaan,

Ini bukan semacam nafsu atau keinginan belaka, entah apa namanya tapi aku selalu bilang ini keyakinan..Entah disadari atau engga, yakin ini yang bikin kita bertahan..Walau mungkin yakin ini terkadang cuma aku yang punya, tapi selalu berharap ada yakin yang sama..

aku gmw kalah sama jarak atau keadaan,

Ini seperti semacam bermain kerajaan, di mana ada saat kita merebut dan saat kita mempertahankan..Merebut, bisa dilakukan dalam beberapa detik saja, walau mungkin penyusunan strateginya direncanakan sejak lama. Tapi mempertahankan, bukan masalah strategi dan perencanaan atau kekuatan..Tapi kepercayaan, seberapa percaya kita mampu mempertahankan apa yang pernah kita perjuangkan, 

aku gmw kalah sama jarak atau keadaan,

Ini mungkin sedikit lebay, tapi mempertahankan itu sulit. Prosesnya ternyata jauh lebih sulit, terkadang harus melewati kerikil atau jalanan berkelok, atau harus mencari sebuah jarum kecil di tumpukan jerami, dan banyak lagi. Tapi inilah hidup bukan cuma masalah merebut, tapi jauh dibalik itu..kita sesungguhnya harus mempertahankan apa yang ada sekarang..

aku gmw kalah sama jarak atau keadaan,

Ini masalah keyakinan dan aku ga akan menyerah sama jarak atau keadaan, sekalipun kamu akhirnya menyerah sebelum semuanya selesai aku pastikan AKU TAK AKAN PERNAH BERHENTI DAN MENYERAH!!!

Sabtu, 08 Juni 2013

Untuk Sebuah Nama..


Jika aku tak ditakdirkan memiliki ragamu,
Izinkanlah aku untuk memiliki hatimu,
Jika aku tak bisa memiliki dirimu seutuhnya,
Izinkan aku untuk memiliki cinta kasihmu,

Jika aku terlalu baik untukmu,
Izinkan aku tetap menjadi yang terbaik untukmu,
Namun..
Jika aku buruk bagimu,
Tuntunlah aku dengan bijaksana dan penuh kesabaran agar menjadi lebih baik,

Jika bukan aku yang menemani sisa hidupmu di dunia ini,
Semoga Allah memberi kesempatan agar aku bisa menemanimu di akhirat nanti,
Berharap suatu saat nanti kita bisa berjuang bersama-sama
Untuk menggapai ridho-Nya

Amiin ya robbal 'alamiin..

Kamis, 16 Mei 2013

Mimpi Malam Ini


Tidur kali ini membuat kesan yang mendalam dan membuatku berpikir keras. Apa ini? Masih bisa aku bertahan dengan keadaan yang tak bersahabat denganku. Aku tak minta banyak pada-Mu, hanya inginkan yang terbaik dalam setiap langkah yang aku jalani. Inikah yang terbaik yang Kau beri? Banyak waktu yang pernah aku habiskan dengan hanya melangkahkan kaki percuma mengejar fatamorgana yang sebenarnya tak ada. Inikah waktu yang harus kuulang?

Banyak yang aku pikirkan malam ini, tidur tadi membuatku tersadar akan satu mimpi yang terlalu indah aku rangkai. Itu mimpi, biar kuulangi agar lebih jelas lagi itu MIMPI hanya sebuah MIMPI. Aku merangkainya terlalu indah, padahal mungkin itu takan jadi nyata tak ada satu pun yang meyakinkan kenyataan mimpi itu. Hanya aku disini yang meyakini setiap mimpi yang aku rangkai.

Tidur kali ini membuatku tersadar akan kamu yang kuimpikan malam ini. Kamu yang mungkin tak sama denganku, meski aku berharap kamu sepertiku. Memiliki mimpi yang sama dan bisa meraihnya bersama. Ah!  Aku benci kata-kata mimpi, mimpi itu membuatku berharap banyak.

Tidur kali ini membuatku takut, takut akan satu kenyataan yang menyakitkan. Takut akan sebuah bayang yang tak ada dan tak menjadi nyata. Takut jika semua ini hanya ilusi kecilku yang takan menjadi cerita nyata hanya selalu menjadi storytale dalam negeri dongeng.

Mimpi malam ini membuatku bertanya, bisakah aku mempercayaimu? Bisakah aku memberikah hati ini padamu? Bisakah kamu menjaga hati ini agar tidak tersakiti? Bisakah kamu ada disini dalam setiap keadaan yang aku miliki? Bisakah kamu menerimaku dengan semua kekurangan yang aku miliki? Bisakah kamu memegang tanganku saat aku jatuh? Bisakah kita, aku dan kamu, memiliki mimpi yang sama? Bisakah kita, aku dan kamu, bersama selamanya?

Ah! sekali lagi ini hanya mimpiku, dan mimpiku malam ini membuatku ingin bertemu denganmu. Sekedar untuk memastikan kembali ini bukan mimpi, ilusi atau fatamorganaku semata.

Sabtu, 06 April 2013

Persepsi, Ilusi, dan Realitas

     
     Aku mungkin terlalu bodoh, mengira semuanya untukku. tak tahu kapan harus melangkah dan kapan harus berhenti. Tak tahu apa yang tulus dan tidak, aku serba tak tahu. Namun, semakin lama aku bertahan aku semakin menyadari bahwa aku tak berharga, didepan kamu. Ya, mungkin memang aku bukan orang yang berharga yang perlu kamu pertahankan. Aku hidup dalam persepsiku sendiri, hidup dengan semua angan-angan yang aku buat aku rangkai sedemikian rupa agar alurnya mengikuti pikiranku, tanpa ku tahu ini bukan hanya tentang aku atau mimpiku. Aku membawa orang lain didalamnya yang jelas tak bisa ku kendalikan. Semua ini hanya bayangan ilusi sama seperti lagu, "bayangan ilusi, hanya fantasi" dan mungkin ini seperti itu. 
     Apa sebegitu tak berharganya aku? Aku bahkan tak tahu kapasitas diriku, aku tak tahu bagaimana aku harus menghargai diriku sendiri, sehingga ini balasannya. Tak ada, bahkan tak juga kamu, bisa menghargai aku. Aku hidup dengan semua keluh kesahku, aku hidup dengan semua pikiran negatifku. Bukan, bukan kamu yang salah, tapi aku yang salah menganggap semua sikap baik yang kamu beri. Aku salah menilai baik semua kata-katamu, dan aku jatuh jatuh di dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya. 
     Aku tak lagi akan menangis, tak lagi akan bercerita, tak lagi akan bernyayi, tak lagi akan mengeluh, tak lagi akan berpikiran negatif, tak lagi akan bersuara tentang kamu, aku hanya akan hidup dengan cara yang aku buat, mungkin masih ada kamu di dalamnya, tapi harus aku pastikan bukan kamu segalanya. Aku mungkin hanya akan menunggu dan tak lagi akan berinisiatif. Menunggu, kamu menyadari bahwa aku cukup berharga untuk kamu pertahankan, atau aku cukup memilki harga diri untuk memilih tak lagi bersamamu.