Jumat, 27 Mei 2011

Dan Ternyata Kamu yang Mampu...

        Aku tak pernah mengerti bahkan tak pernah sedikitpun tau, bila ternyata kamu yang mampu. Tak pernah dan memang tak pernah terpikir sedikitpun akan sebuah nama yang ternyata nama itu milikmu. Bila boleh aku meminta untuk bukan kamu, akan kupinta itu. Akan aku tegaskan bahwa bukan kamu yang mampu, namun apa daya? Tak ada yang bisa aku tegaskan, karena ternyata itu kamu. Ingin untuk coba menghindar, tapi tak bisa. Hampir setiap saat kamu hadir, dan bila boleh lagi aku meminta untuk pergi meninggalkan semua yang telah aku tanam. Aku selalu ingin melihat bunga tumbuh mekar, tapi tidak untuk kali ini. Aku hanya ingin membuat kuncup bunga ini layu sebelum sempat berkembang. Tak akan aku beri dia air bahkan pupuk, agar bunga itu benar-benar layu, seperti yang aku yang ingin melayukan apa yang pernah aku rasa. Sebelum semua itu berkembang lebih jauh untuk kemudian bermekaran menghiasi setiap sudut hati ini. Ingin aku tegaskan bahwa bukan kamu, dan aku tak ingin kamu orangnya. Tapi sekali lagi, apa daya? Tak ada yang bisa aku tegaskan, karena ternyata itu kamu.
        Aku meyakinkan dan selalu berusaha meyakinkan bahwa bukan kamu yang akhirnya mampu. Tapi semakin aku berusaha meyakinkan semakin aku tau bahwa memang kamu. Kini memang tak bisa menyangkal lebih jauh. Hanya mampu berharap, semuanya bisa layu dan hilang tak bersisa. Sungguh, demi apapun tak lagi akan minta lebih. Cukup kamu kembali, seperti dulu. Jangan perlakukan aku layaknya musuh. Aku ingin kamu, meskipun saatnya nanti kamu memang tak layak untuk ku dampingi, tapi setidaknya kamu ada disini. Baik itu sebagai teman atau sebagai partner. 
        Mungkin memang tak seharusnya aku tanam ini, aku memang kini bisa mulai sedikit demi sedikit melupakan kisah lara yang tak seharusnya aku tangisi dulu. Namun, sungguh aku menggantinya dengan luka baru yang aku sendiri tak tahu seberapa sakit luka baru ini. Aku mampu menghapus luka lama dan sayangnya aku menggati luka itu dengan luka lainnya. Hingga pada akhirnya sakit itu masih terasa walau bukan lagi dia yang menyakiti. Tapi kamu, yang mampu menggores luka baru, tak hanya mampu menggoreskan tinta kesedihan tapi juga mampu menuliskan indahnya tinta kebahagiaan. Yang meskipun begitu aku masih masih aku menyayangkan mengapa arus kamu.

Minggu, 22 Mei 2011

All My Life...

I’m So Glad… 
I Will Never Find Another Lover
Sweeter Than You
Sweeter Than You 

And I Will Never Find Another Lover
More Precious Than You
More Precious Than You 
Girls You Are.. 

Close To Me You’re Like My Mother,
Close To Me You’re Like My Father,
Close To Me You’re Like My Sister,
Close To Me You’re Like My Brother 

And You Are The Only One My Everything
And For You This Song I Sing…. 

All My Life
I Prayed For Someone Like You
And I Thank God
That I..That I Finally Found You
All My Life
I Prayed For Someone Like You
And I Hope That You Feel The Same Way Too
Yes, I Pray That You Do Love Me Too 

I’d Send You All That I’m Thinking Of,
Said I Promise To Never Fall In Love With A Stranger
You’re All I’m Thinking Of
I Praise The Lord Above
For Sending Me Your Love
I Cherish Every Hug
I Really Love You 

You’re All That I Ever Know,
When You Smile All My Face Always Seems To Glow,
You Turned My Life Around,
You Picked Me Up When I Was Down,

And I Hope That You
Feel The Same Way Too
Yes, I Pray That You Do Love Me Too 

And All My Life
I Prayed For Someone Like You
And I Thank God That I…That I Finally Found You….. 


Sabtu, 21 Mei 2011

Mungkinkah Secepat Ini?

        Aku memang hanya perempuan biasa, aku tak tahu bahkan tak mengerti mengapa begitu cepat? Pernah suatu kali aku bertanya rasa apa ini? Apa hanya segelumit perasaan yang sedang kacau karenamu atau memang aku mulai bisa membuka hatiku yang pernah kau miliki sepenuhnya? Aku memang tak tak tahu bahkan tak mengerti tentang apa yang ada di hatiku sendiri. Perasaanku memang kuat untukmu, bahkan percaya ini masih ada. Tapi, aku tak pernah menyangka bahwa ada suatu nama menusuk dalam relung hatiku yang sedang kacau. Nama yang memang mampu membuat hatiku sedikit tertata kembali karena pernah hancur karenamu.
        Aku tak pernah ingin atau bahkan berniat untuk mengingkari apa yang pernah kukatakan tentang perasaanku padamu yang telah tertanam kuat. Tapi, semua mengalir begitu saja dan memang nama itu hadir kala aku benar-benar labil karenamu. Aku tak tahu bahkan tak mengerti kemana aku harus melangkah kini, dijalanmu kah? Jalan yang pernah aku jajaki dan akhirnya berakhir dalam sebuah kisah yang membuatku hancur karenanya, atau aku ambil jalan baru yang bahkan aku tak tahu sama sekali jalan itu? Jalan yang sama sekali asing bagiku, dan tak pernah aku yakini akan berhasil melewati jalanan tersebut.
        Hati ini ingin memilih jalanmu, jalan yang sudah sekian lama ku jajaki. Namun kamu, tak pernah memberiku ruang untuk kembali menapaki kakiku disana. Apa harus aku memaksakan untuk tetap menapaki jalan yang telah kau tutup rapat-rapat untukku? 
        Akan kukatakan satu hal, kau bilang hanya orang buta yang menyukaimu dan orang bodoh itu aku, kau bilang hanya orang bego yang mampu menyayangimu dan orang bego itu masih aku, kau bilang hanya orang bodoh yang mencintaimu dan kembali orang itu aku, dan kau bilang juga bahwa hanya orang sayko yang menunggumu dan lagi lagi harus kau tahu orang sayko itu aku.
        Kata-kata itu selalu melekat dalam relung hatiku setelah sekian lama. Dan marahkah kamu, jika aku ingkari kata-kata itu? Aku bilang aku hanya perempuan biasa, aku tak mampu lagi memendam rasa sakit ini sendiri sementara kamu tak pernah sedikitpun mengerti bahkan untuk memperdulikanku pun rasanya tak ada. Kamu yang kini jauh lebih sibuk dengan dia yang kini kau cintai. 
        Kamu memang mungkin hingga detik inipun masih menjadi yang orang yang kucintai, tapi aku tak dapat lagi meyakini bahwa kamu akan terus kutunggu. Mungkin kini saatnya aku berhenti berharap tentangmu dan memulai semuanya dari awal. 
        But you will be the most beautiful part of every story of my love. And as often you said we would be together if fate says so. I will not bury our story but I will always remembered this story until finally time to bury our story I do not intend sank it. And now let me give a smile in my heart that has always given me tears. I know it's not easy but I will try

Jumat, 20 Mei 2011

Sudah Cukup

Mungkin hati ini tak ingin kau kembali
Namun mimpi ini selalu aku banggakan 
Dan disaat terindah bersama dirimu 
Kan selalu ada di setiap jejak langkahku 
Dan tak pernah aku sesali cintaku untukmu 
Karena bagiku telah milikimu 
Sudah cukup untukku
Kemanapun aku pergi selalu sepi tanpamu
Dimanapun aku berpijak 
Selalu hadir bayangmu
Kuteteskan air mata ini untukmu 
Saat kau lepaskan cintaku untuk dirinya
Dan disaat terindah bersama dirimu 
Kan selalu ada disetiap jejak langkahku

Sesal dan Hanya Sesal

        Mencoba untuk memulai semuanya, menata kembali hati yang mungkin telah hancur tak berbekas, menyusun semua rangkaian cerita indah yang dulu pernah menjadi sebuah mimpi buruk. Kini mulai bisa menerima jika ternyata memang kamu bukan untukku atau kamu memang kenyataannya jauh lebih pantas dengan orang lain daripada aku. Aku maklumi itu, aku ulang AKU MAKLUMI ITU!!! Mungkin memang sudah tak ada lagi tempat yang kosong untuk aku singgahi lagi, hingga kamu lebih memilih dia. Dan tak lagi akan ku bahas tentang kamu yang bukan untukku lagi atau kamu yang bukan milikku lagi. Walau tak bisa aku pungkiri bila ternyata memang masih kamu yang mengisi sebagian hatiku, kini. SEBAGIAN dan HANYA SEBAGIAN!!! Sementara itu akan aku biarkan sebagian hatiku yang lain aku buka. Meski batin ini masih tak mau berkelit dan masih meyakini bahwa aku masih selalu ada dihatimu, dan mungkin hari ini aku akan menjadi orang yang sok tau dan bilang kalo DIHATINYA TAKKAN LAGI ADA AKU, BAYANGANKU, ATAU BAHKAN NAMAKU!!!
        Kini aku akan mulai mencoba melupakan dia yang pernah menjadi bagian terindah dalam hari-hariku dan mengisi hatiku dengan semua yang dapat membuatku melupakan sedikitnya atau bahkan aku harap semua tentang kamu. Aku akan mencoba dan akan kupastikan kali ini aku tak akan gagal. Walau mungkin ini akan sulit dan makan waktu tentunya, sekali lagi Aku akan mencoba dan AKAN KUPASTIKAN KALI INI AKU TAKKAN GAGAL!!!
        Entah harus berapa lama lagi aku meyakinkan hatiku sendiri, namun aku tau aku bisa. Terasa sangat jahat memang ketika aku memilih orang lain untuk melupakan kamu. Tapi inilah caraku, kalo aja aku bisa memilih aku hanya ingin tetap bersamamu dan disisimu. Namun akan kutekankan ITU TIDAK MUNGKIN LAGI!!! Kini mencoba melangkah diantara hati yang tak kukenali, hati yang mungkin hanya bisa bertahan tak selama dirimu bertahan. Aku tak pernah tahu bahkan tak pernah mengerti jalan yang kutempuh ini, yang aku tau aku ingin segera melupakanmu dan semua tentangmu. Walau aku tau itu tak mungkin.
        Kini aku sadar ada beberapa hal yang memang tak bisa kita miliki sepenuhnya dan bahkan selamanya. Ada kalanya sesuatu itu hilang, pergi, dan mati. Dan itu memang sudah hukum alam. Namun yang aku sesalkan mengapa hukum alam itu datang disaat yang tak tepat, disaat aku benar-benar merasa tak bisa kehilanganmu.

Selasa, 17 Mei 2011

Cintaku Kepentol Mentor (Part 2)

Sebenanya ini masih libur, tapi ada suatu aturan di sekolahku bahwa untuk siswa yang baru masuk sepertiku harus melakukan suatu tes untuk menentukan kelas yang akan kita tempati kelak.
Malas, satu kata yang bisa menggambarkan perasaanku hari ini. Bukan hanya malas karena ini masih hari libur, tapi juga malas karena itu bukan sekolah yang aku inginkan.
“Ka, ayo cepet katanya masuk jam 8… Ini udah mau jam set.8 Ka… Mau berangkat jam berapa?” teriak mama.
“Ia ma bentar, lagi pake’ sepatu.” Kataku lemas.
Setelah semua siap, aku pun keluar kamar dan segera menuju meja makan sebelum mama ngomel-ngomel lagi.
“Kaka ini kan hari pertama masa mau telat sih?” Tanya mama sambil menyiapkan bekal makan siang, “Ni udah mama siapin bekel makan siang buat kamu, takutnya ntar sampe sore.” Lanjut mama.
“Tenang aja kali ma, kan sekolahannya deket 5 menit juga nyampe, ga usah dibikin ribet deh ma.” Kataku kesal.
“Terserah kamu deh,” kata mama mengalah.
Sial… Ini pasti hari sialku karena pagi-pagi gini udah harus perang mulut sama mama. Mama masih saja ribet menyiapkan makan siangku. Padahal kan aku udah SMA masa sih masih harus bawa bekel nasi, kan malu-maluin.
“Berangkat sekarang Ka?” Tanya papa.
“Ia berangkat sekarang aja, lama-lama disini bikin emosi meninggi.” Kataku sambil melirik mama. Mama yang menyadari bahwa dirinya menjadi bahan perbincangan langsung mengerutkan dahinya. Tanpa pikir panjang aku langsung meraih tangannya dan menciumnya.
“Kaka pergi ya maa… Assalamualaikum…”
“Waalaikum salam” jawab mama.
Berakhirlah tragedi sabtu pagi itu dengan kata yang menyejukan hati. Mobil papa pun melaju kencng di atas jalan beraspal.
*
*
 


Mobil kijang biru papa kini telah membawaku sampai di sekolahan yang ngga aku sukai. Benci. Dan semua kisah baruku akan mulai terangkai disini. Selama 3 tahun ke depan aku akan sering ke tempat ini. Huft, aku pun menghela nafas panjang saat mobil kijang biru ini berhenti di pintu gerbang sekolah. Aku masih duduk terdiam di dalam mobil lengkap dengan sabuk pengaman yang masih terpasang kuat. Aku lalu melihat-lihat ke arah sekolahku, banyak murid baru disana. Tampak raut wajah mereka menandakan bahwa mereka sangat senang sekolah disini (mungkin). Untuk kedua kalinya aku menghela nafas panjang namun kali ini aku melepas sabuk pengamanku dan membuka pintu mobil. Aku melihat papa, tapi dia hanya tersenyum menandakan bahwa ini akan baik untukku. Aku pun turun dengan langkah ragu, tapi sekali lagi aku lihat papa dengan senyumnya yang membuatku sedikit yakin untuk melangkah masuk.
Aku melangkah masuk lebih jauh dan melihat mobil papa masih disana. Aku meneruskan langkahku dan seseorang berseragam satpam menghampiriku.
“Murid baru kan?” Tanya satpam itu.
Ya iya lah murid baru. Mana ada sih murid lama dateng hari ini? Secara ini kan masih libur. Bego kali ya ini satpam.
“Ia pak” jawabku singkat.
“Itu liat dulu ke papan pengumuman, liat kelas tes nya dimana. Nanti baru langsung masuk cari kelas.” Terang pak satpam.
“Ia pak” ulangku.
Aku pun mengikuti instruksi sang satpam. Melihat papan pengumuman, mencari namaku, yupzz Felanita Putri Ruswandi ruang 4. Okey, tinggal cari kelasnya. Aku berjalan meyusuri tiap kelas mencari pintu yang tertera ruang 4. Dan, yupzz ketemu. Aku pun masuk dan OMG!!!
Sedikit ku ulas tentang kelasnya, pertama kali membuka pintu kesan pertama KOTOR. Sebenernya ini kelas apa TPS (Tempat Pembuangan Sampah)? Disini banyak berserakan sampah-sampah dan anak-anak yang udah dateng dari tadi, apa ga ada inisiatif gitu buat bersihin? Huft, terpaksa harus aku bersihin sendiri ni kayaknya (sok pahlawan). Aku mulai mencari peralatan piket, tapi di kelas ini ga ada satu pun peralatan piket bahkan satu sapu pun! Keterlaluan ini sekolah… Seharusnya mama dan papa lihat ini, jadi mereka tahu seberapa salahnya mereka memasukan aku ke sekolahan ini. Pantas saja dari tadi ngga ada yang inisiatif buat bersihin, ga ada sapu atau peralatan piket lain sih.
Huft, entah untuk keberapa kalinya aku menghela nafas panjang. Lalu, aku berjalan menuju bangku yang kosong di bagian depan. Maklum di SMP dulu aku selalu enggan untuk duduk di barisan belakang, aku selalu ingin duduk di bagian depan karena aku mudah untuk bertanya dan memahami pelajaran yang diberikan. Satu lagi alasan mengapa aku ingin duduk di depan? Karena duduk di bagian depan dapat mengurangi godaan mengobrol saat pelajaran. Sehingga aku bisa menyimak utuh pelajaran yang diberikan. Aku pun duduk di tempat yang aku kehendaki, ah kesan kedua untuk kelas ini adalah tempat duduknya. Ya Tuhan, kenapa aku harus sekolah disini yang ga ada bagus-bagusnya sama sekali. Lihat betapa berdebunya kursi dan meja ini. Aku tahu ini baru masuk jadi wajar, tapi apa panitia penerimaan murid barunya ga nyiapain hal sekecil ini?
“Hai, gue Realmalda. Bangku ini kosong ga? Gue boleh duduk disini?” kenal seorang cewek yang mengacaukan pikiranku tentang kelas ini.
“Hai juga, gue Felanita. Tapi loe bisa panggil gue Fela. Boleh kok duduk aja, kebetulan kursinya kosong.” Jawabku.
“Makasih ya, semoga nanti kita bisa satu kelas ya Fel,” harapnya.
“Ia semoga aja ya…?”
“Panggil gue Alsa aja.” Katanya yang tampak tahu kalau bingung tetang nama panggilan untuknya.
* *

 


Teng teng teng…
Tak lama setelah bel berbunyi seorang perempuan bertubuh agak gendut dan putih memasuki ruang kelas kami.
“Selamat pagi anak-anak!” sapanya lembut.
“Selamat pagi buuu!” sahut anak-anak.
“Pagi ini kita akan melakukan tes kemampuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan kalian. Sehingga kami selaku pihak sekolah dapat mengelompokan kalian dalam kelas berbeda sesuai dengan kemampuan yang kalian miliki. Tes akan dilaksanakan selama 30 menit. Mengerti semuanya?”
“Mengertiii buuu!”
“Baik kalau begitu ibu akan mulai membagikan soalnya.”
Ibu itu pun membagikan kertas soalnya dan membiarkan kami mengerjakannya dengan hening.

Kau Tak Mengerti

Mengapa kau tak mengerti 
Semua yang telah terjadi
Ku ingin engkau sadari 
Arti semua cinta ini
Kau datang dan kini pergi
Kau goreskan luka dihati
Kau ingkari semua janji
Yang sungguh telah kuyakini
Oh, teganya kau buat ku
Merasakan ini, pahit 
Dan teriris rasa hati ini
Dan apa yang sesungguhnya engkau cari???
Cinta yang berarti KASIH SUCI
Kau tak mengerti........

Senin, 16 Mei 2011

We Are True Friend


Although I have only known you for a while
It feels like a lifetime
I will be here to wipe away your tears
And to fight away all of your fears
You know I will help you when things get though
I will help you when things get hard and rough
I’ve told you my deepest secrets and you have told me yours
You’re MY FRIEND in my life and You’re MY FRIEND in death
We have a bond so strong proven with every breath
I must say the things
I cherish the most is the time, We get to spend TOGETHER
You’re MY BEST FRIEND and that’s the way it, will always be!!!
Your always there for me beginning to end
That’s how I describe you THE PERFECT FRIEND
You have been there for me through thick and thin
And I know you will be here for me, because
TRUE FRIEND FOR ETERNITY
You turned my darkness into light
You made everything all right
When I needed you the most you were there
Even if you didn’t really care
FRIENDSHIP IS A STRANGE THING

We find ourselves telling each other
The deepest of our secrets and detail of our lives
Things that we don’t even share with the families that raised us
Of all the friend I have ever met
You’re the ones I WILL NEVER FORGET
WE ARE FRIENDS, FRIENDS, FRIEND FOREVER
WE ARE FRIENDS, FRIENDS, FRIENDS LIKE THIS
WILL STICK TOGETHER
NO MATTER WHAT I WILL BE HERE TILL END
I WANT YOU TO REMEMBER YOU AS YOUR BEST FRIENDS
LIFE WOULD HAVE BEEN HELL IF I WOULD HAVE NEVER MEET YOU
FRIENDS…

Dear Diary (Part 3)

        Rasanya bagai meluncur dengan paus akrobatik dibawa sampai ke rasi bintang paling indah (ngutip iklan banget, pasti udah pada ga asing lagi deh!!!). Tapi sumpah, itu kalimat emang cocok banget ngegambarin suasana hatiku saat ini, bebas dari ospek yang hampir 2 bulan kali yaa membelenggu hari-hariku, menyesakkan setiap napasku, menghambat aliran darahku, dan lain-lain (yang baca ini pasti bilang LEBAY BANGET!!! tapi ga apa-apa wajar kok). Tapi sumpah lagi, emang itu yang aku rasain.
        Hari ini hari pertama pake jeans, nah ini baru yang namanya kuliah. Bebas pake baju apapun, asal bukan baju renang aja soalnya itu melanggar UU Porno aksi dan Pornografi. Hari ini juga seperti sebelumnya aku sudah mulai ada di gap chinot dan rengrengannya. Awalnya ngerasa risih banget, tapi ga se-risih ada diantara orang-orang pinter itu. Awalnya, belum banyak ngomong ini itu, ngomong seperlunya dan cukup. Dan lagi, mereka kayaknya mahiwal, soalnya agak susah gitu diajak ngobrol. Mereka ngomong seperlunya, bikin ga nyaman. Pernah hari itu aku mikir, "kayaknya ni orang-orang pada kagak bisa ngomong kali ya, pada matung gitu, dikira tu kata bayar apa? Susah bener buat ngobrol," pernah juga mikir, "Buju Busheeett!!!kayaknya gua salah masuk gap deh?" Tapi semuanya pikiran-pikiran negatif itu aku buang jauh-jauh, semoga apa yang aku pikir itu salah. Tapi sumpah kesan pertama huft.
        Aku duduk di baris kedua kali ini, kan ceritanya udah misahin diri dari gap orang-orang pinter. Ga ada temen, alone, sedangkan teman baru aku duduk di bangku ketiga. Huft lagi. Tapi ga apa-apa, walaupun sendiri tetep harus smile. Tapi sumpah ngenes banget hidup aku, berkutat dengan orang-orang yang huek. Ke yang pinter ngga ke temen baru ngga. Jadi serasa orang asing. Tapi hidup itu adil kok, nyatanya aku malah dapet temen anyar. Sebenernya sih udah lama aku kenal tapi dulu-dulu sebatas kenal doank, kagak nyangka sekarang malah bisa duduk sebelahan. Dan indahnya lagi, dia ada disaat aku memang menggalau sendirian. Yupzz, namanya ateu, aneh emang serasa tante-tante aja ni orang namaya ateu. I hope this is my true friend. Dan semua teman baru pasti aku harapin jadi the true friend, simple aja sih aku pengen dapet temen kayak Rd. Dellique Dieratu Kaman yang selalu always ga pernah never lupa forget (selalu ga pernah lupa = always never forget) lupa sama aku, ada kapanpun aku butuh and it's my true true true friend always for forever. Lebay emang tapi emang kenyataannya gitu kok.
        Yupzzz, singkat cerita kita aku sama ateu akrab deh, begitu juga sama chinot, sani and boyen. Udah kayak 5 serangkai aja kita. Tapi, intensitas kita kumpul ga se-intens waktu aku bareng gap orang-orang pinter. Dulu sih aku bener-bener jadi pengikut, sekarang juga masih sih. Bedanya sekarang, chinot, sani and boyen kagak suka tuh lama-lama di kampus jadi ngikut-ngikutnya cuma bentar. Tapi ga apa-apalah, seengganya disini ga dianggap ekor banget lah, masih dianggap badan. Lumayan lah!!!
        Disini aku temukan indahnya tersenyum, bahagianya tertawa, dan senangnya berjalan bersama. Walau memang masih belum sempurna tapi kesempurnaan itu akan terbentuk seiring berjalannya waktu. dan suatu hari nanti aku berharap mereka inilah yang membuat kesempurnaan itu tampak nyata, tak lagi semu. You're meant to be my friend, I hope...

Keyakinan itu Menghancurkanku

        Pernah dulu sesaat sebelum kita bener-bener mutusin buat pisah, aku berpikir benarkah dia? Sempet memang ragu, tapi selalu teryakinkan. Bukan hanya sekali emang, tapi selalu positive thinking that you're the best for me. Keyakinan itu justru yang sekarang bener-bener bikin aku terjebak didalamnya. Selalu berusaha meyakinkan diri sendiri buat positive thinking tentang kamu. Dan lagi lagi tulisan ini tentang kamu kamu dan kamu. Dan rasanya tak pernah habis pikirku buat nulis semua tentang kamu yang bener-bener harus aku hilangin dari setiap pikirku. Sekali lagi, Aku mencoba dan aku gagal.
        Semua keyakinan-keyakinan itu mengalir dalam setiap pikirku merangkaikan semua indah kata yang kususun dalam sebuah kalimat nyata. Keyakinan yang dulu pernah kubangun dan pernah menjadi kekuatan yang nyata untukku tentang kamu. Kini menjadi penghancur yang nyata akan kamu. Keyakinan ini yang membuatku selalu berpikir akan kamu yang mungkin akan disini dan tetap disini. Dan penghancur bodoh itu kini benar benar menghancurkan setiap detail pikiranku.
        Harusnya sudah kubunuh saja keyakinan yang tumbuh itu, namun lagi lagi Aku mencoba dan aku gagal. Mengapa begitu sulitnya untuk menghapus setiap hal tentang kamu. Aku tak pernah lihat secarik keistimewaan dari lekuk tingkahmu. Tapi mengapa? Aku sungguh ingin bahkan ingin selalu ada kamu disini. Berharap sesuatu yang lebih indah darimu. Yang sesungguhnya tak pantas aku dapatkan itu bahkan untuk berangan pun kini sudah tak mungkin lagi. Aku begitu sadar siapa aku sekarang dalam hatimu. Aku yang mungkin sudah tak ada artinya sama sekali bahkan mungkin tak pernah ada artinya. Karena sungguh tak pernah aku pastikan sekalipun tentang keabsahan hatimu.
        Cinta ini mungkin memang sangat nyata, tapi kamu kamu yang tak pernah nyata untukku. Dan setiap detail kasihmu masih sangat semu kurasa. Dan mungkin memang sudah semestinya kita berpisah, sehingga kamu tak pernah sedikitpun akan nyata dalam bayangku dan akan kubiarkan cintaku ini memudar dan kemudian hilang tak berbekas. Aku tahu, ini sulit tapi akan kucoba. Tanpamu, bayangmu, dan tentangmu.

Setumpuk Sesal

Tak mengerti dan tak pernah mengerti
Mengapa dan selalu kutanyakan mengapa?
Bayangmu masih saja menyelinap di sisi ruang hati ini
Mengapa nama mu masih saja menyesakkan nafas ini?
Entah mengapa aku masih saja tak bisa menghapusmu dalam ingatanku
Kamu terlalu indah untuk kulupakan
Sementara kamu terlalu sakit untuk kukenang
Kamu antara kubutuhkan dan kuacuhkan
Kamu dan masih saja tulisan-tulisanku tentang kamu
Kamu yang ku harap bisa mengerti sedikit saja tentang ku
Berharap kamu dapat merasakan sepenggal hatiku yang menyayangimu
Dan harapan itu lagi dan lagi harus menjadi sebuah harapan kosong
Harapan yang takkan pernah berarti walau satu sen pun
Hanya ingin kamu sadar dan mengerti
Betapa sempurnanya kasih yang kumiliki untukmu
Yang tak pernah sedikitpun kau tahu tentang itu

Kamis, 12 Mei 2011

Tak Ada Cinta Sepanjang Bandung-Jogja

          Dulu pernah sempet berpikir kalo Bandung-Jogja itu deket, sedeket hati kita. Emang lebay tapi itulah kenyataannya. Berharap akan selalu dekat, dan lebih dekat lagi. Berharap walau kenyataannya antara Bandung dan Jogja itu terbentang berkilo-kilo jalanan, tapi ada cinta yang mendekatkan. Ga pernah berpikir kalo ternyata semua harapan yang pernah dibangun dengan hati-hati, dijalankan dengan penuh kesabaran harus berakhir di jurang kesalahpahaman. Kesalahpahaman yang membuat Bandung dan Jogja itu benar-benar jauh, dan mungkin ga akan pernah bisa deket lagi. 
          Sejauh apapun kiranya nanti aku melangkah masih ada sebersit harapan bahwa akan selalu ada cinta sepanjang Bandung dan Jogja. Tapi itu hanya harapan palsu, harapan kosong, yang mungkin tak pernah akan terwujud kembali. Kisah cinta sepanjang Bandung-Jogja itu mungkin bener-bener udah berakhir hari ini. Dan masih saja berharap kembali bahwa semua ini cuma mimpi, dan saat bangun nanti masih ada cinta sepanjang Bandung-Jogja. Tapi kenyataan menyiratkan bahwa memang tak akan lagi ada harapan itu. Dan mungkin memang sudah semestinya Bandung-Jogja itu jauh. 
          Sudah waktunya kisah cinta itu berakhir, agar tak ada jiwa yang menyakiti atau tersakiti. Tak ada lagi raga yang tersiksa atau menyiksa. Tak ada lagi  hati yang menanti atau dinanti. Sehingga pada akhirnya, walaupun sakitnya hampir menusuk bagian terdalam dari hati yang pernah mencintamu. Namun, inilah cinta, akan ada suatu awal yang indah dan akan ada pula akhir yang menyakitkan.
          Cinta memang butuh pengorbanan, dan cukup bagiku berkorban menanti bahwa suatu hari kelak Jogja bisa mendekat merapat dekat dengan Bandung. Agar tak lagi cinta itu terhalang ruang dan waktu. Dan aku berharap di kehidupan yang lain, Bandung-Jogja itu tak sejauh kini. Sehingga akan banyak kisah cinta sepanjang Bandung-Jogja.
          Hanya satu yang ingin kuteriakan hari ini dan mungkin besok bahwa Aku, Aku dan Aku masih saja bisa menantimu untuk tetap menyayangimu hingga pada akhirnya aku sendiri yang memastikan bahwa cintamu memang tak lagi untuk ku dan kisah cinta ini benar-benar berakhir. Dan memang tak akan ada lagi cinta sepanjang Bandung-Jogja.

Rabu, 11 Mei 2011

Antara Aku dan Kamu

         Memang tak pernah sedikitpun terpikir akan berakhir seperti ini. Setiap malam mencoba merangkai harapan demi harapan, memupuk semua kepercayaan, meyakinkan hati yang ragu. Ternyata kini sedikitpun tak berarti. Semuanya kini bagai pasir yang tertiup angin, kabur dan kemudian hilang tanpa jejak. Penantian ini, ternyata sia-sia, semua yang kukorbankan untuk menunggunya, sia-sia sudah. Kini, apa yang harus ku perbuat? Kamu, begitu sulit diraih, sementara sinarmu masih saja menerangi setiap jejak langkahku. Kamu, sungguh angan yang terlalu jauh, sementara jalanmu masih saja membuatku melangkah diatasnya. Kamu, terlampau maya untuk ku sentuh, sementara bayangmu masih saja membutakanku. 
        Kamu, kamu dan tulisan ini hanya tentang kamu. Kamu yang aku suka, kamu yang aku sayang, bahkan kini baru ku sadari betul bahwa kamu yang aku cinta. Tak pernah terpikir setelah semua berakhir ternyata kamu masih saja tak lepas dari pikirku. Masih saja melekat erat dalam batinku. Aku ingin melupakanmu seperti halnya kamu melupakan aku, tapi aku perempuan yang merasa dengan hati. Aku mencoba dan aku gagal.
        Aku menyadari bahwa kamu ternyata begitu berarti, walau singkat tapi entahlah tak pernah ku mengerti arti semua ini. Aku tak ingin lagi berkata banyak tentang apa yang aku rasakan, kini. Aku hanya ingin kamu untuk mengerti apa yang aku rasakan. Sungguh tak pernah aku berubah, aku masih aku yang dulu yang menyayangimu dan aku harap selalu menyayangimu. Salah bila suatu hari kamu berpikir aku berubah, kamu berpikir aku tak pernah menyayangimu, BOHONG BESAR!!! Nyatanya aku masih disini, mengharap bahwa masih ada sedikit aku dihatimu, yang aku tahu hatimu telah dihuni nama orang lain, bukan lagi aku. 
        Tak pernah kamu menyadari bahwa sesungguhnya aku merasa sakit yang luar biasa kala ini, mendengarmu dengannya. Tak tentu semuanya sungguh tak tentu, hingga pada akhirnya kamu berpikir bahwa tak pernah ada cinta dihatiku untukmu, sekali lagi itu BOHONG BESAR!!! Namun kenyataannya kini, antara aku dan kamu sudah tak terlibat dalam dua hati yang dimiliki satu cinta, dan itu yang seharusnya aku mengerti kini. Karena pada akhirnya kamu tak akan pernah sedikitpun mengerti bahwa aku, aku masih disini dengan segenap cinta yang pernah ku tanam dalam hatimu yang kini telah layu sebelum sempat aku melihatnya berkembang.

Senin, 09 Mei 2011

Cintaku Kepentol Mentor (Part 1)

Klik klik klik…
Enter dan… Felanita Putri Ruswandi diterima di SMAN 28.
Sial… Aku sudah mengira ini sebelumnya. Aku tahu bahwa mungkin nilai UAN-ku ini tidak memenuhi syarat untuk masuk ke SMAN favorit selevel SMAN 3 . Dan kini aku harus menerima konsekuensi dari pilihanku. Sebenarnya ini bukanlah sekolah pilihanku tapi pilihan ayahku. Ah, aku telah membayangkan bagaimana hari-hariku nanti di sekolah yang sama sekali tidak aku inginkan itu.
Cepat-cepat ku klik tanda close di sudut kiri komputer dan mematikannya. Aku masih saja duduk lemas di lantai dan bersandar pada tembok warnet. Sesekali aku menghela nafas panjang. Aku tak ingin lekas pulang karena aku sangat tahu apa reaksi kedua orang tuaku ketika mereka tahu aku diterima di sekolah yang memiliki kredibilitas yang baik dan cukup favorit. Namun bagiku sekolah itu tak cukup baik dan favorit untuk menarik perhatianku. Setelah puas melamun, aku pun beranjak dari tempatku dan segera menuju kasir untuk membayar biaya internet yang aku pakai. Lalu aku menuju parkiran dan mulai melajukan sepeda motor ayahku yang aku pakai.
*                        *                                       


“Gimana Ka? Masuk kemana jadinya?” tanya mama dengan penuh antusias.
Aku hanya tertunduk lesu mendengar pertanyaan mama tadi.
“Kaka…” panggil mama, tapi kali ini dengan suara yang lebih datar, bahkan tanpa ekspresi.
Sekali lagi aku hanya tertunduk lemas dan menghela nafas panjang. Lalu aku menatap tajam mata mama dan langsung masuk kamar tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutku. Aku tahu mama pasti tidak suka dengan kelakuanku ini. Tapi aku lebih tidak suka lagi karena nyatanya aku masuk dan akan sekolah di tempat yang tidak aku sukai sama sekali. Dan itu karena mereka, orang tuaku, yang memilihkanku sekolah ini. Sial benar-benar sial.
Aku merebahkan tubuhku di atas kasur yang cukup empuk. Aku diam dan menatap langit-langit kamarku sambil memikirkan apa yang akan terjadi nanti, di tempat yang aku anggap bagai neraka itu. Pelan-pelan aku mulai memejamkan mataku dan mulai masuk kedalam dunia mimpi yang bebas berarah.
*                         *                        



Tok tok tok
“Ka… Kaka… Ka” panggil mama sambil mengetuk pintu kamarku yang memang telah aku kunci sebelumnya.
Dengan mata yang masih sangat mengantuk, aku pun bangun dari mimpiku. Berjalan dan membuka pintu yang mungkin sudah sedari tadi mama ketuk.
“Kenapa ma? Huaaaa…” kataku dengan mata kantuk.
“Ka… ini udah sore loh… mandi dulu gih… masa udah gadis gini bau asem nanti kalau ada cowok yang mau apel ga jadi deh nyium bau kamu yang kayak gini. Udah sana mandi dulu!” perintah mama sambil membelai rambutku.
“Ia ma bentar lagi deh, 5 menit lagi tanggung ni nyelesain mimpinya dulu belum beres soalnya,” kataku polos.
“Hush ah… udah mandi dulu sana nanti keburu malem. Ga baik loh anak gadis mandi malem-malem. Udah sana mandi dulu mimpinya diterusin nanti malem aja. Ayo ayo!” pinta mama lagi.
Kini dengan langkah berat aku benar-benar membuka mataku yang masih kantuk ini dan pergi menuju kamar mandi.
 *                      *                         



Memang terasa lebih segar setelah mandi ini. Aku lekas membuka lemariku dan memilih piyama untuk aku pakai. Lalu setelah itu aku menyisir rambutku dan memakai sedikit bedak agar lebih terlihat udah mandi.
Aku melangkahkan kakiku keluar kamar dan menuju ruang keluarga di mana semuanya berkumpul. Ya sedikit tentang keluargaku. Aku anak pertama dari tiga bersaudara adikku yang pertama laki-laki bernama Fariza Putra Ruswandi dan adikku yang kedua perempuan bernama Finandia Putri Ruswandi. Mama cuma seorang ibu rumah tangga yang alih profesi menjadi seorang pengusaha catering, sedangkan papa seorang guru PNS di salah satu SMP di kota Bandung. Secara kasat mata, kami adalah keluarga yang sederhana dan harmonis. Padahal sebenarnya tidak. Bukan hanya aku, tapi juga kedua adikku yang mendapat tekanan dari papa. Papa sebenarnya baik, tapi sayang dia orang yang sangat perfectionis, protective bahkan mungkin over protective, disiplin, dan tidak pernah puas dengan hasil prestasi anak-anaknya. Setidaknya itu yang aku tangkap dari sosok papa. Tapi, di balik semua sikap buruknya padaku dan adik-adikku dia sesungguhnya hanya ingin yang terbaik bagi kami. Ini secarik kertas yang pernah aku temukan di tumpukan barang-barang yang sudah tak terpakai di lemari lama milik nenekku.
Curahan hatiku untuk buah hatiku yang pertama, Felanita Putri Ruswandi.
Anakku yang aku cintai
Sungguh hari ini adalah hari yang paling bahagia bagiku, ayahmu.
Setelah aku menununggumu selama sembilan bulan dalam rahim wanita yang paling aku cintai seumur hidupku.
Kini kau lahir dengan sangat sempurna, sangat cantik, dan aku sangat bersyukur akan hal itu.
Aku ini ayahmu, itu yang kelak harus kau tahu anakku.
Aku selalu ingin yang terbaik bagimu dan sesungguhnya itu yang harus kau tahu juga.
Aku mungkin bukanlah ayah yang kau inginkan, seperti yang kelak kau tahu juga.
Aku hanya seorang guru, guru yang nanti kelak kau tahu juga tak seberapa besar gajinya.
Namun percayalah anakku, sungguh telah aku siapkan dasar bagi perkembanganmu kelak.
Aku ingin kau tahu kelak bahwa semua yang aku lakukan itu untuk masa depanmu.
Aku tak ingin kelak kau rasakan apa yang aku rasakan hari ini.
Cukup aku dan ibumu yang merasakannya.
Tidak untukmu putriku. Akan kulakukan semua untukmu,
Agar kelak kau menjadi putri terbaik yang pernah aku miliki.
Bandung, 4 November 1992
      Adam Ruswandi        

Terbukti benar bahwa memang ayah bukan seperti yang aku kira. Setidaknya hanya saat aku membaca itu, setelahnya aku masih tetap pada pikiran awalku tentangnya. Karena aku pikir kertas itu ditulis 15 tahun yang lalu dan bukan tidak mungkin orang akan berubah bukan?
Aku masih tetap berdiri jauh di belakang sofa yang diduduki kedua orang tuaku dan adik perempuanku. Aku menghela nafas panjang sebelum akhirnya aku memutuskan untuk menghampiri mereka. Aku berjalan perlahan dan duduk di samping Nanda, panggilan adik perempuanku. Spontan Nanda, mama, dan papa melirik ke arahku, membuat aku risih aja.
“Kok pada liatin Kaka gitu sih?” Tanyaku risih.
“Ngga kok ga apa-apa.” Jawab papa gugup dan kembali melihat acara TV-nya lagi.
“Oh ia Ka, pertanyaan mama tadi belum di jawab.” Kata mama mengingatkan pertanyaan tadi pagi.
“Yang mana ma? Kan mama nanyanya banyak.” Kataku pura-pura nggak tahu.
“Yang kamu masuk mana jadinya?”
“Emang papa ga tahu, bukannya koneksi papa di sekolahanku banyak. Tanya aja sama papa, papa pasti tahu kok. Ia kan pa?” tanyaku pada papa.
“Mama pengennya kamu yang ngomong langsung” paksa mama.
“Di SMAN 28. Puasss!!!” jawabku ketus sambil lari kecil masuk ke kamar dan mengunci pintu.
Aku tahu papa dan mama berdebat di luar sana tentang aku. Tapi aku tak peduli, salah mereka kenapa dulu memaksaku untuk memilih sekolah itu. Dan konsekuensinya harus aku yang menerima, 3 tahun.

Nada-Nada Cinta

Masih terasa getar hati...
Saat engkau ungkapkan segala yang terpendam...
Dan kau bisikan nada cinta...
Semakin indah dunia...
Membuka mata hati...
Getar-getar cinta semakin dalam kurasa...
Bagai sebuah symfony yang ku damba...
Dulu ku ragu mengakui...
Rasa cinta terpendam semua jadi nyata...
Aku bersyukur karena dirimu kekasih yang baik hati...
Selalu menjaga kejujuranmu...
Semoga abadi tali cinta kita...

About My Love

The night I get carried away by the dark of night
Face increasingly present in all my dreams
For some reason until now had
I wonder why I really want to expect
Whatever this is feelings of love or love to mere???
I don't know
That I know I don't want to turn away from you
Still attached to my recall
When my smile would be your laughter
Now no longer be so
Now I walk alone without you or your laughter
Which always makes me stronger
Now only I hope of my strenght
To maintain the love that should not exist
The fact that I have received
That it is love that I've been planting will never grow in your heart
If this love had to end
I believe this because it is nor eternal life

Sabtu, 07 Mei 2011

????

Menatap indah sorot matamu yang dalam...
Ku tahu saat itu kau ada,
Tak kusiakan lagi, aku ingin kau disini...
Berjuta harapan kupendam dalam semua pikirku...
Dan kau benar-benar ada, disini...
Disampingku, denganku
Pernah kita bahagia bersama dengan sejuta keindahan,
Pernah kita tertawa dalam alunan kisah jenaka,
Pernah kita menangis haru kala badai datang, 
Pernah kita dirundung amarah yang sangat dalam,
Semua itu pernah kita lalui,
Bersama, berdua, kita...
Dan haruskah semua berakhir dengan sia-sia???

Jumat, 06 Mei 2011

Sepenggal Kata Untukmu...

Hari berganti hari…
Siang malam aku selalu mengingatmu…
Semakin malam ku terhanyut oleh kegelapan malam…
Entah mengapa wajahmu masih saja hadir dalam setiap mimpiku…
Sejak melihatmu…
Hidupku begitu bahagia…
Entah mengapa bayangan wajahmu…
Begitu membuat diriku tak berdaya….
Setiap kutatap matamu….
Jantungku berdetak sangat cepat…
Entah mengapa pula hingga detik ini pun…
Aku tak mengerti mengapa ku sangat ingin mengenalmu…
Perasaan ini kian lama kian tak menentu…
Aku sadar bahwa aku seorang wanita…
Yang hanya bisa berharap dan bermimpi tentang cinta…
Masih saja ku ingat bagaimana ku tersiksa…
Karena aku mencintaimu tapi sungguh ku tak mampu bersuara…
Hanya bisa pandangi dan kagumi kehadiranmu…
Yang hanya selalu bisa berharap hadirmu…
Menanti kasih yang sempurna darimu…
Sungguh betapa hati ini merasa sangat sepi saat kau mendadak tak menyapa…
Maaf bila ternyata aku memang tak memiliki cukup keberanian…
Sementara sinarmu begitu menyilaukan mata…
Haruskah aku terus berjuang menelusuri ranjau yang penuh duri?
Hanya sebuah harapan kekuatanku tuk mempertahankan cinta yang semestinya tak ada…
Aku tak ingin menyerah pada keadaan…
Masih tak ingin berhenti mendalami apa yang dapat meluluhkan hatimu yang beku…
Walau telah bersenandung kalbuku membawakan puisi-puisi cinta…
Namun hatimu yang beku tetap saja tak kunjung berujar kata…
Kebekuanmu bagaikan belati membelah hajat…
Ingin aku berhenti…
Namun cinta ini masih saja bertahan dengan harapan kosong…
Walau sakit ini seakan tertusuk duri…
Namun sungguh tak bisa berhenti…
Aku sadar,, aku adalah orang yang paling bodoh karena aku telah mencintaimu…
Namun aku sadar pula bahwa sebelum terlambat…
Jalan terbaik adalah meyakini bahwa cinta yang kutanam ini…
Tak akan tumbuh dihatimu…