Hari ini adalah besoknya kemarin dan kemarin adalah kemarinnya hari ini. Banyak hal yang rumit yang sama sekali tak bisa digeneralisasikan. Entah itu tentang kehidupan, mimpi,harapan, bahkan cinta sekalipun. semuanya terlalu rumit untuk dipikirkan. Mencoba segala hal, semakin mencoba melupakannya, semakin itu pula bertahan mencintainya. Tak ada satupun yang benar dari diriku. Samar, mencoba melakukan semua hal yang bisa dilakukan untuk mencoba melupakannya, tapi lagi lagi aku berhenti dan tak mampu. Pikiranku berkata untuk berhenti tapi hatiku sama sekali tak bisa berhenti darinya.
Hari ini adalah besoknya kemarin dan kemarin adalah kemarinnya hari ini. Sekalipun hari berubah, masa berganti, dan semuanya berubah. Tapi hanya satu yang ku pastikan tak berubah hingga hari ini, namanya selalu menghiasi sudut ruang pembicaraanku, mendominasi setiap rangkaian kata yang keluar dari mulutku, menduduki tempat terindah disetiap melody yang kunyanyikan. Dia masih belum tergantikan. Entah sampai kapan tempat kosong ini akan menghilangkan namanya di setiap getar hatiku. Ini sangat menyakitkan, tapi hati ini tak bisa berkelit, tak bisa hilangkan namanya.
Hari ini adalah besoknya kemarin dan kemarin adalah kemarinnya hari ini. Aku selalu memiliki hariku sendiri, yang tak terbagikan dengan orang lain. Memiliki mimpiku sendiri, yang entah akan kubawa kemana mimpi ini. Semuanya tampak samar, kabur, aku dan semua mimpiku yang seperti ini. Aku dan semua harapanku akan dia, membuatku terpuruk dan diam dalam kesendirian. Hanya, aku dan mimpiku, tanpa dia atau bayangannya. Yang sungguh aku tak mampu menghapusnya, tapi sunggu aku tak lagi bisa mencoba mencintainya. Semua berubah, aku dan dia, tapi satu yang tak pernah sedikitpun berubah hingga hari ini. Aku masih tetap disini, dengan semua harapan yang aku miliki akan dia. Harapan yang membuatku gila dan terpuruk, harapan yang mungkin juga menguatkannya, harapan yang ada tapi tak nyata, harapan yang hanya milikku sendiri. Dan hingga hari ini pun, aku masih menyimpan harapan sialan itu. harapan sialan yang membuatku menjadi orang bodoh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar