Pertama, awal, permulaan...
Semua terasa sangat menyesakkan, ada diantara orang-orang yang tak ku kenal, ada ditempat yang sama sekali tak ku inginkan, sulit. "Hidup ini mudah bung jangan kau persulit," pernyataan bodoh pikirku kala itu.
Langkah ini kian berat karena kenyataannya aku tak bisa berbaur dilingkungan yang banyak orang anggap "istimewa" yang katanya juga "beruntung bisa ada di tempat itu, Nak." BULSHITT!!!
Hari-hari rasanya semakin berat kurasa, tak ada teman baik seperti saat ku dulu. Kangen sama temen-temen yang dulu pernah ada menghiasi setiap jejak langkahku yang sama beratnya. Kini, sendiri, sekarang benar-benar merasakan kehidupan kuliah. Sendiri, individual, ga ada tempat berkeluh kesah. Good, semoga itu salah.
Ospek???
Satu kata untuk pernyataan itu "Huft!!!", sumpah ga ada kata yang lebih baik dari huft buat ngegambarin gimana rasanya ospek. Lelah, sungguh! Kurang tidur, ga salah! pusing, udah pasti! pokoknya huft!!!
Tapi satu keindahan muncul ditengah-tengah kata huft itu, bahagia karena punya temen baru, seneng karena bisa ngeceng-ngeceng kakak kelas, upppss!!! senior maksudnya. Pokoknya kata satu kata lain yang mampu menggambarkan masa-masa ospek itu "Indaaaah!!!". Ya, setidaknya tak seburuk yang aku kira tempat ini.
Indah memang masa-masa itu dan huft juga memang, tapi dibalik semuanya aku bisa merasakan sentuhan indah dari apa yang disebut bersyukur. Awal, aku merasa orang paling gagal, tapi kini aku merasa orang paling beruntung ada disini. Disini aku mulai mengenal indahnya kenal sama seseorang yang mungkin kelak akan menjadi sahabat-sahabat terindahku. Mungkin bisa menjadi seseorang yang bisa menggantikan sahabatku menerima keluh kesahku. Itu baru mungkin!!! belum bisa aku pastikan karena baru tadi pagi aku mengenalnya. Aku harap dia memang sahabatku kelak, seperti sahabatku dulu sekarang dan selamanya.
Masih sama, sekolah di tempat yang sama, belajar di tempat yang sama, duduk disebelah orang yang sama, dengan kondisi kelas yang sama. Sungguh tak pernah sedikitpun terbayangkan bisa belajar dengan ratusan siswa dalam satu kelas, SATU KELAS!!! Pernah aku mempertanyakan dalam hatiku sendiri "apa para elite universitas tak bisa membangun lebih banyak kelas apa? agar kita bisa belajar aman, tentram, dan damai, bukan kayak di pasar gini. Kurang banyak apa coba sumbangan dari orang tua murid untuk pembangunan sekolah ini?"
Haaammm, aku berada di tengah-tengah orang yang pintar dan jago sekali. Kadang merasa "siapa gue???Ada diantara orang-orang ini." Yupsss, awalnya memang merasa risih, risih banget ada diantara mereka yang jago ngomong, jago berpolitik, kritis, alah pokonya semua yang baik-baik. Nah aku??? Cuma anak kecil yang tabu banget tentang apa itu politik, apa itu administrasi, apa itu sosial, dan apa itu apa itu yang lainnya. Aku yang cuma anak bawang yang bisanya cuma ngikut-ngikut orang pinter yang berharap suatu hari nanti bisa kecipratan pinternya mereka. Begooo bener!!!
Sampai deh aku di suatu titik kejenuhan yang sangat, udah ga mau lagi jadi orang bego yang ngikut-ngikut orang pinter kesana kemari, malah jadi beban akhirnya. Sedikit sedikit aku mulai menjauh dan ada deh temen baru yang mau nampung anak bawang kayak aku. Banyak persamaan, punya tujuan yang sama, dengan nama yang sama, PERFECTO!!! Dan satu yang pasti aku ga perlu lagi jadi orang lain, aku bisa jadi diri aku sendiri diantara kawan baruku, ga perlu lagi merasa sok bisa padahal tabu banget, ga perlu lagi sok-sok-an dateng ke perpustakaan cuma buat ngikutin orang-orang pinter dan berharap ada satu keajaiban yang dateng waktu aku diem dan tiba-tiba si orang pinter jatuh ke aku dan otak kita berdua ketuker karena kejedot, KONYOLLL!!! Diantara kawan baruku ini, aku bisa jadi diri aku sendiri yang seneng ngobrol, seneng refreshing, seneng main, dan beribu kesenengan lainnya. Dan ga perlu lagi berkonyol-konyol ria. Dan aku juga berharap kawan baruku itu kelak bisa ada for good times and bad times.

wuish...berbakat tu jadi penulis...
BalasHapusada satu hal yang ade tau...kamu ga boleh nge-judge kamu tu ga bsa...pasti ada kok yang lebih dari kamu...nih buktinya..jago nulis euy..
selamattt!!! teruskan
ihihii, makasih banyak yeniii...
BalasHapuswadooh, ngga kok masih pemula belom jago...doa'n aja yaaa :)