Jumat, 20 Mei 2011

Sesal dan Hanya Sesal

        Mencoba untuk memulai semuanya, menata kembali hati yang mungkin telah hancur tak berbekas, menyusun semua rangkaian cerita indah yang dulu pernah menjadi sebuah mimpi buruk. Kini mulai bisa menerima jika ternyata memang kamu bukan untukku atau kamu memang kenyataannya jauh lebih pantas dengan orang lain daripada aku. Aku maklumi itu, aku ulang AKU MAKLUMI ITU!!! Mungkin memang sudah tak ada lagi tempat yang kosong untuk aku singgahi lagi, hingga kamu lebih memilih dia. Dan tak lagi akan ku bahas tentang kamu yang bukan untukku lagi atau kamu yang bukan milikku lagi. Walau tak bisa aku pungkiri bila ternyata memang masih kamu yang mengisi sebagian hatiku, kini. SEBAGIAN dan HANYA SEBAGIAN!!! Sementara itu akan aku biarkan sebagian hatiku yang lain aku buka. Meski batin ini masih tak mau berkelit dan masih meyakini bahwa aku masih selalu ada dihatimu, dan mungkin hari ini aku akan menjadi orang yang sok tau dan bilang kalo DIHATINYA TAKKAN LAGI ADA AKU, BAYANGANKU, ATAU BAHKAN NAMAKU!!!
        Kini aku akan mulai mencoba melupakan dia yang pernah menjadi bagian terindah dalam hari-hariku dan mengisi hatiku dengan semua yang dapat membuatku melupakan sedikitnya atau bahkan aku harap semua tentang kamu. Aku akan mencoba dan akan kupastikan kali ini aku tak akan gagal. Walau mungkin ini akan sulit dan makan waktu tentunya, sekali lagi Aku akan mencoba dan AKAN KUPASTIKAN KALI INI AKU TAKKAN GAGAL!!!
        Entah harus berapa lama lagi aku meyakinkan hatiku sendiri, namun aku tau aku bisa. Terasa sangat jahat memang ketika aku memilih orang lain untuk melupakan kamu. Tapi inilah caraku, kalo aja aku bisa memilih aku hanya ingin tetap bersamamu dan disisimu. Namun akan kutekankan ITU TIDAK MUNGKIN LAGI!!! Kini mencoba melangkah diantara hati yang tak kukenali, hati yang mungkin hanya bisa bertahan tak selama dirimu bertahan. Aku tak pernah tahu bahkan tak pernah mengerti jalan yang kutempuh ini, yang aku tau aku ingin segera melupakanmu dan semua tentangmu. Walau aku tau itu tak mungkin.
        Kini aku sadar ada beberapa hal yang memang tak bisa kita miliki sepenuhnya dan bahkan selamanya. Ada kalanya sesuatu itu hilang, pergi, dan mati. Dan itu memang sudah hukum alam. Namun yang aku sesalkan mengapa hukum alam itu datang disaat yang tak tepat, disaat aku benar-benar merasa tak bisa kehilanganmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar